
Salah satu penyebabnya adalah menjalani kuliah sambil berwirausaha. Bukannya konsentrasi kuliah, banyak mahasiswa Indonesia lebih fokus mengembangkan bisnis sampingannya.
Akibatnya, seperti diceritakan mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, Ahmad Shodiqil Wa'di, tidak jarang mereka pun mengalami kendala dengan kuliahnya, terutama saat memasuki masa skripsi. Menurutnya, kendala itu datang karena kurangnya motivasi belajar pribadi saat menjalani usaha sampingan.
"Datang ke Mesir itu kan niatnya untuk kuliah, ya harusnya kuliah, bukan malah jualan. Sayang banget, jauh-jauh datang dari Indonesia, kuliahnya malah jadi terbengkalai," tutur Diki, demikian biasa dia disapa, kepada Okezone belum lama ini.
Diki menilai, sebelum pergi merantau, alangkah lebih baik jika calon mahasiswa lebih dulu mempertimbangkan dengan matang niat dan tujuan mereka. Kesadaran diri dan mempertahankan niat belajar, kata Diki, juga sangat diperlukan dalam perjalanan sebagai mahasiswa sejati, bukan mahasiswa abadi.
"Enggak jarang ada mahasiswa Indonesia yang malah salah jalur. Awalnya niat belajar, malah kerja, berfoya-foya, ataupun bermalas-malasan," ungkap Diki.
Dalam hal adaptasi, Diki menyebutkan, selain harus banyak berkomunikasi dengan penduduk asli Mesir, kita juga butuh banyak kesabaran. Menurut Diki, perbedaan karakter dan budaya antara melayu dan arab menjadi faktor penyebabnya.
"Sesuai kultur masyarakat di atas gurun pasir yang gersang dan panas, kelakuan mereka terkadang bikin saya panas. Jadi harus banyak-banyak bersabar," kata cowok asal Lombok ini.
No comments:
Post a Comment