Manajemen Proyek
Manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, ketrampilan,
‘tools and techniques’ pada aktivitas-aktivitas proyek supaya
persyaratan dan kebutuhan dari proyek terpenuhi. Proses-proses dari
manajemen proyek dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu :
‘initiating process, planning process, executing process, controlling
process dan closing process’.
Bilamana dibandingkan dengan definisi dari proyek, maka semua ‘pekerjaan yang lain’ dianggap sebagai suatu rutinitas belaka. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung secara kontinu, berulang-ulang dan berorientasi ke proses. Sebagai suatu proses yang terus menerus, pekerjaan yang rutin tidak dianggap suatu proyek.
Bilamana dibandingkan dengan definisi dari proyek, maka semua ‘pekerjaan yang lain’ dianggap sebagai suatu rutinitas belaka. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung secara kontinu, berulang-ulang dan berorientasi ke proses. Sebagai suatu proses yang terus menerus, pekerjaan yang rutin tidak dianggap suatu proyek.
Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta
pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil
antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari
resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau
semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus
pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti
bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hukum). Manajemen
resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat
lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).
Contoh Manajemen Proyek dan Resiko
Contoh manajemen proyek diantaranya adalah : membangun sebuah stadion
sepak bola, megelola penelitian berskala besar, melaksanakan
pembedahan transplantasi organ tubuh, memasang lintas produksi, atau
berjuang mendapatkan ijazah strata satu di suatu perguruan tinggi.
Contoh manajemen resiko diantaranya adalah :
1. Manajement Resiko Proyek Pengembangan Perangkat Lunak Mybiz 2 di Software House ABC
Software House ABC merupakan sebuah perusahaan pembuatan perangkat
lunak yang memprioritaskan dirinya dalam pengembangan perangkat lunak
produksi masal untuk keperluan perusahaan dagang, khususnya dalam hal
inventory dan payroll. Salah satu proyek perangkat lunak yang sedang
dikembangkan saat ini adalah MyBiz 2. Dalam proses pengembangannya,
seringkali Software House ABC harus menghadapi resiko atau masalah yang
sifatnya tidak terduga. Resiko yang muncul akan menghambat jalannya
proses pengembangan perangkat lunak. Metode yang digunakan untuk
mengatasinya selama ini bersifat reaktif atau hanya akan direncanakan
jika resiko sudah benar-benar terjadi. Karenanya Software House ABC
membutuhkan sebuah metode manajemen resiko khususnya untuk proyek MyBiz 2
ini. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi manajemen resiko
proyek pengembangan perangkat lunak yang ada dan dilakukan melalui lima
tahap yaitu tahap perencanaan manajemen resiko, tahap identifikasi
resiko, tahap analisa resiko, tahap perencanaan respon resiko, dan tahap
pengawasan dan kontrol resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah
menerapkan manajemen resiko sesuai dengan metodologi yang ada pada
proyek MyBiz 2. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah dokumentasi
penerapan manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak MyBiz 2
di Software House ABC.
2. Manajemen Resiko di Institut Teknologi Sepuluh November
Risiko yang tidak teridentifikasi dan terkendali dapat menghambat
pencapaian tujuan ITS dan mengganggu kestabilan sistem pendidikan
tinggi. ITS sebagai lembaga pendidikan tinggi dan penghasil
sarjana-sarjana teknik terbesar di Jawa Timur juga memiliki berbagai
macam risiko. Semua kesulitan, hambatan, masalah dan ketidakpastian yang
timbul akan diidentifikasi sebagai risiko yang kemudian akan dikelola
dalam manajemen risiko. Selama ini belum pernah dilakukan penelitian
mengenai manajemen risiko dilingkungan ITS. Untuk itu dalam penelitian
ini akan dilakukan pengelolaan risiko pada bidang : Operasional
Pendidikan (Akademik) dan Finansial (keuangan) yang merupakan usaha
untuk mengetahui, menganalisis dan mengendalikan risiko dalam setiap
kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh efektifitas dan efisiensi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Manajemen
Risiko yang bersumber dari The Australian New Zealand Risk Management
Standard (AS/NZS 4360:2004) dengan elemen elemen pokok : menetapkan
ruang lingkup (konteks), mengidentifikasi risiko, melakukan analisis dan
evaluasi terhadap risiko untuk mendapatkan level risiko. Dari level
risiko yang didapatkan, kemudian ditentukan penanganannya agar risiko
dimasa mendatang dapat dikurangi dampak dan tingkat peluangnya. Terdapat
3 kejadian risiko yang berhasil diidentifikasi adalah Risiko kurangnya
kualitas input mahasiswa, risiko kurangnya kualitas output mahasiswa
(lulusan) dan risiko tidak disetornya dana PNBP. Risiko dengan level
Extreme Risk adalah kategori untuk risiko kualitas input dan risiko dana
PNBP, sedangkan risiko kualitas output termasuk kategori Medium Risk.
3. Identifikasi Dan Mitigasi Resiko Berkaitan dengan Total Productive
Maintenance (TPM) dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Resiko
PT Unilever Indonesia, Tbk sebagai perusahaan multinasional dengan
kapasitas produksi yang tinggi pertahunnya, menerapkan Total Productive
Maintenance (TPM) agar dapat menjadi perusahaan kelas dunia baik dalam
hal produksi, maintenance, maupun kualitas. Akan tetapi nampaknya
penerapan itu belum dapat memaksimalkan efektivitas peralatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi resiko yang berkaitan
dengan penerapan TPM dengan efektivitas peralatan sebagai titik
utamanya. Penyebab nilai efektivitas peralatan ini akan dilihat melalui
indikator kinerja (KPI) pada pilar-pilar yang diterapkan untuk
mendukung penerapan TPM. Selain itu cause effect diagram juga digunakan
sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi resiko dan segala
penyebabnya. Setelah semua resiko teridentifikasi, akan dilakukan
analisis, evaluasi, serta langkah mitigasi pada resiko tersebut. Hasil
dari penelitian ini adalah prioritas resiko yang perlu diwaspadai oleh
perusahaan beserta langkah mitigasi yang diperlukan untuk menangani
resiko tersebut. Adapun mitigasi yang dihasilkan disini adalah control,
menghindari, atau mentransfer resiko tersebut.
Sumber :
http://wawanoutsider.wordpress.com/2010/09/26/kasus-manajemen-proyek-dan-resiko/
Sumber :
http://wawanoutsider.wordpress.com/2010/09/26/kasus-manajemen-proyek-dan-resiko/
No comments:
Post a Comment