Mohammad Tajudin Hasan (25113646) | Fakultas: Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi | Jurusan : Sistem Komputer | UG'13
Tuesday, October 29, 2013
Beli Sepatu Dari Uang Pensiun Ayahnya ( Yabes Pemain Timnas U-19 )
TRIBUNNEWS.COM, ALOR - Yabes Roni Malaifani beruntung memiliki ibu yang gigih membesarkannya hingga menjadi pesepak bola nasional.
Semenjak ayahnya meninggal, Sepriana Ananda Malaifani-Fanpula, ibu Yabes pontang-panting menafkahi tiga anaknya, yakni Orpa Malaifani, Yabes dan Erit. Betapa tidak. Bapaknya yang meninggal dunia saat Yabes berusia empat tahun hanya meninggalkan uang pensiun per bulan sebesar Rp200 ribu.
Untuk mencukupi kebutuhan tiga anaknya, selain mengandalkan gaji pensiunan suaminya, Sepriana rajin berkebun. Hasil kebun itu hanya cukup untuk memberi makan tiga anaknya. Kondisi kesulitan ekonomi makin terasa saat Yabes yang sudah tergila-gila sepak bola meminta sepatu bola kepada mamanya. Sepriana yang kasihan melihat Yabes, akhirnya membelikan sepatu bola meski harus mengorbankan gaji pensiuanan almarhum bapaknya.
"Saat SD kelas empat dia meminta sepatu bola. Makanya saya berusaha bagaimana membelikan sepatu bola kaki. Ketika saya terima gaji pensiun suami saya sebesar Rp 200.000 saya belikan sepatu sepak bola untuk Yabes. Semestinya uang itu untuk membeli beras buat kebutuhan sehari-hari. Saat pulang membeli sepatu saya sampaikan kepada Yabes untuk mau makan apa saja dengan masakannya. Yabes pun menerima dan makan masakannya berupa jagung, ubi dan pisang. Bahkan terkadang tetangga kasih jagung bubuk untuk saya buat bubur bagi Yabes," papar Sepriana.
Meski hidup serba kekurangan uang, Sepriana terus berupaya membiayai sekolah Yabes. Cita-cita Yabes yang ingin menjadi pesepakbola besar mendorong Sepriana terus gigih berjuang membesarkan Yabes. Nama Yabes melejit sejak dipercaya sebagai pemain Timnas Inodnesia U-19 di kualifikasi Piala Dunia yang digelar di Jakarta awal Oktober 2013 lalu.
"Saya katakan kepada Yabes, cita-citamu memang tinggi. Saya bilang biar mama makan sayur, kamu yang makan ubi dan pisang. Saya utamakan pendidikan Yabes. Dan, saat ini kami merasakan berkat luar biasa dari Tuhan lantaran keluhan dan penderitaan keluarga kami sudah dijawab. Yabes menjadi besar," tutur Sepriana. Kepada Yabes, Sepriana berharap meski sudah populer agar selalu berbuat baik kepada semua.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment