Sunday, October 11, 2015

PERANAN BAHASA DAERAH DALAM PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

kali ini saya mulai menulis kembali di awal semester 5 ini untuk tugas mata kuliah softskill bahasa indonesia tentang PERANAN BAHASA DAERAH DALAM PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA. Indonesia terdiri atas berbagai suku dengan bahasanya masing-masing. Berdasarkan laporan hasil penelitian Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa di Indonesia yang dilakukan oleh Badan Bahasa pada tahun 2008, telah berhasil diidentifikasi sejumlah 442 bahasa. Hingga tahun 2011, tercatat terjadi penambahan sejumlah 72 bahasa sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 514 bahasa. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena masih ada beberapa daerah yang belum diteliti. Di dalam situasi yang multikultural dan multilingual tersebut, sentuh bahasa dan sentuh budaya tidak dapat dihindari. Kontak bahasa itu menimbulkan saling serap antara unsur bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain.

 Jadi apa sih yang di maksud oleh judul materi kita kali ini yuk kita bahas....!!!!!

PERANAN BAHASA DAERAH DALAM PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

Sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan dan pendidikan serta pengembangan keilmuan, bahasa Indonesia memerlukan pengembangan kata dan istilah. Kekayaan kosakata suatu bahasa mengindikasikan kemajuan peradaban bangsa, seirig berjalannya waktu, bahasa Indonesia terus menunjukan perkembangan. Perkembangan bahasa Indonesia telah diwarnai
bahasa asing seperti bahasa Arab, Portugis, Cina, Belanda, dll. Selain diwarnai dan dipengaruhi bahasa asing, bahasa Indonesia juga dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa local. Peran bahasa local terhadap perkembangan bahasa Indonesia cukup signifikan.
Interaksi budaya mengakibatkan kosakata bahasa-bahasa local masuk ke dalam pemakaian bahasa Indonesia. Penutur bahasa Indonesia yang berlatar belakang bahasa – bahasa ibu turut mencoraki perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Bahasa local, terutama bahasa local yang memilki tradisi tulis serta memiiki penutur dalam jumlah besar memilki pengaruh terhadap bahasa Indonesia.
Pengaruh urbanisasi sangat besar terhadap penyerapan kosakata bahasa local ke dalam bahasa Indonesia. Orang-orang dari daerah yang merantau ke kota-kota besar membuat mereka tidak bias meninggalkan bahasa lokalnya secara seketika, sehingga kosakata dalam bahasa lokalnya tidak sengaja terlontar. Bahasa lokal yang diucapkan oleh perantau inilah yang lambat laun diserap menjadi bahasa Indonesia.
Terdapat ratusan bahasa lokal yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Umumnya bahasa lokal mewakili suatu suku, namun keragaman budaya tak jarang membuat sebuah suku memiliki berbagai jenis bahasa lokal. Bahasa lokal sangat penting keberadaannya. Banyak kosakata dari bahasa lokal diserap menjadi bahasa Indonesia sehingga memperkaya bahasa Indonesia. Selain itu, bahasa lokal adalah identitas sebuah budaya, terutama budaya lokal. Bahasa lokal harus dilestarikan agar tidak punah ditelan waktu.
Beberapa kelebihan bahasa lokal antara lain adalah : komunikasi antar sesame suku dapat berjalan lebih akrab sehingga rasa persaudaraan akan lebiih terjalin, bahasa lokal tidak bersifat kaku karena bukan bahasa resmi. Sedangkan kelemahan bahasa lokal adalah dapat menimbulkan kesalahpahaman jika bahsa lokal dilontarkan secara tidak sengaja dihadapan orang yang tidak mengerti, dan bahasa serapan dari bahasa lokal sulit dipelajari orang asing karena berbeda dialek.
Posisi bahasa lokal adalah sebagai penunjang bahasa Indonesia. Sebab mayoritas kosakata bahasa Indonesia adalah serapan dari bahasa-bahasa lain terutama bahasa daerah, sehingga bahasa Indonesia kerap disebut sebagai bahasa persatuan.
Pengaruh bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, terhadap perkembangan bahasa Indonesia sangat besar. Bahasa Indonesia telah mengalami perkembangan yang dinamis, termasuk di dalamnya perkembangan istilah dalam setiap disiplin ilmu yang ada. Perkembangan kosakata tersebut diperoleh melalui berbagai cara, di antaranya, melalui perluasan makna, penyempitan makna, penghidupan kembali unsur leksikal lama, pemajemukan, penciptaan bentuk baru melalui penamaan baru atau pengakroniman, pemungutan unsur leksikal yang memunyai kemiripan struktur fonologis dan morfologis, serta pemungutan, penyerapan, dan penerjemahan kosakata bahasa Jawa.
Proses pemungutan kosakata bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia ternyata dapat menimbulkan pengaruh negatif. Struktur bahasa ibu yang memengaruhi bahasa seseorang yang bilingual atau dwibahasawan tidak dapat diabaikan karena dapat mengakibatkan terjadinya interferensi atau penyimpangan kaidah, baik dalam bentukan kata maupun struktur kalimat. Sebagai contoh Rumahnya paman saya sudah dijual. Pemakaian afiks –nya pada kalimat tersebut terpengaruh oleh pemakaian afiks –e dalam bahasa Jawa, Omahe paklikku wis didol. Kalimat yang benar ialah Rumah paman saya sudah dijual.
Masuknya kata-kata bahasa daerah ke dalam bahasa indonesia mengakibatkan terjadinya interferensi, yang bersifat positif maupun negatif. Contoh interferensi yang bersifat positif : bisa (dapat), belasungkawa (berkabung), blak-blakan (terus terang), ketrampikan (kecekatan), cicilan (angsuran), enteng (ringan), menggarap (mengerjakan) dan lain-lain Berikut beberapa pengaruh atau dampak penggunaan bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia:

       1.      Dampak positif bahasa daerah

· Bahasa Indonesia memiliki banyak kosakata.
· Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
· Sebagai identitas dan ciri khas dari suatu suku dan daerah.
· Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.
     
      2.        Dampak Negatif

· Bahasa daerah yang satu sulit dipahami oleh daerah lain.
· Warga negara asing yang ingin belajar bahasa Indonesia menjadi kesulitan karena terlalu banyak kosakata.
· Masyarakat menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah.
· Dapat menimbulkan kesalahpahaman.


REFERENSI :
1. https://id.scribd.com/doc/208465011/Peran-Bahasa-Daerah-Terhadap-Perkembangan-
Bahasa-Indonesia
2. http://www.bimbingan.org/bahasa-daerah.htm





No comments:

Post a Comment