Jadi apa sih yang di maksud oleh judul materi kita kali ini yuk kita bahas....!!!!!
PERANAN BAHASA DAERAH DALAM PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Sebagai bahasa resmi dalam
penyelenggaraan dan pendidikan serta pengembangan keilmuan, bahasa Indonesia
memerlukan pengembangan kata dan istilah. Kekayaan kosakata suatu bahasa
mengindikasikan kemajuan peradaban bangsa, seirig berjalannya waktu, bahasa Indonesia
terus menunjukan perkembangan. Perkembangan bahasa Indonesia telah diwarnai
bahasa asing seperti bahasa Arab, Portugis, Cina, Belanda,
dll. Selain diwarnai dan dipengaruhi bahasa asing, bahasa Indonesia juga
dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa local. Peran bahasa local terhadap
perkembangan bahasa Indonesia cukup signifikan.
Interaksi budaya mengakibatkan kosakata
bahasa-bahasa local masuk ke dalam pemakaian bahasa Indonesia. Penutur bahasa
Indonesia yang berlatar belakang bahasa – bahasa ibu turut mencoraki
perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Bahasa local, terutama bahasa local
yang memilki tradisi tulis serta memiiki penutur dalam jumlah besar memilki
pengaruh terhadap bahasa Indonesia.
Pengaruh urbanisasi sangat besar
terhadap penyerapan kosakata bahasa local ke dalam bahasa Indonesia.
Orang-orang dari daerah yang merantau ke kota-kota besar membuat mereka tidak
bias meninggalkan bahasa lokalnya secara seketika, sehingga kosakata dalam bahasa
lokalnya tidak sengaja terlontar. Bahasa lokal yang diucapkan oleh perantau
inilah yang lambat laun diserap menjadi bahasa Indonesia.
Terdapat ratusan bahasa lokal yang
tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Umumnya bahasa lokal mewakili suatu suku,
namun keragaman budaya tak jarang membuat sebuah suku memiliki berbagai jenis
bahasa lokal. Bahasa lokal sangat penting keberadaannya. Banyak kosakata dari
bahasa lokal diserap menjadi bahasa Indonesia sehingga memperkaya bahasa
Indonesia. Selain itu, bahasa lokal adalah identitas sebuah budaya, terutama
budaya lokal. Bahasa lokal harus dilestarikan agar tidak punah ditelan waktu.
Beberapa kelebihan bahasa lokal
antara lain adalah : komunikasi antar sesame suku dapat berjalan lebih akrab
sehingga rasa persaudaraan akan lebiih terjalin, bahasa lokal tidak bersifat
kaku karena bukan bahasa resmi. Sedangkan kelemahan bahasa lokal adalah dapat menimbulkan
kesalahpahaman jika bahsa lokal dilontarkan secara tidak sengaja dihadapan orang
yang tidak mengerti, dan bahasa serapan dari bahasa lokal sulit dipelajari orang
asing karena berbeda dialek.
Posisi bahasa lokal adalah sebagai
penunjang bahasa Indonesia. Sebab mayoritas kosakata bahasa Indonesia adalah
serapan dari bahasa-bahasa lain terutama bahasa daerah, sehingga bahasa
Indonesia kerap disebut sebagai bahasa persatuan.
Pengaruh bahasa daerah, khususnya
bahasa Jawa, terhadap perkembangan bahasa Indonesia sangat besar. Bahasa
Indonesia telah mengalami perkembangan yang dinamis, termasuk di dalamnya perkembangan
istilah dalam setiap disiplin ilmu yang ada. Perkembangan kosakata tersebut
diperoleh melalui berbagai cara, di antaranya, melalui perluasan makna, penyempitan
makna, penghidupan kembali unsur leksikal lama, pemajemukan, penciptaan bentuk
baru melalui penamaan baru atau pengakroniman, pemungutan unsur leksikal yang
memunyai kemiripan struktur fonologis dan morfologis, serta pemungutan,
penyerapan, dan penerjemahan kosakata bahasa Jawa.
Proses pemungutan kosakata bahasa
Jawa ke dalam bahasa Indonesia ternyata dapat menimbulkan pengaruh negatif.
Struktur bahasa ibu yang memengaruhi bahasa seseorang yang bilingual atau dwibahasawan
tidak dapat diabaikan karena dapat mengakibatkan terjadinya interferensi atau
penyimpangan kaidah, baik dalam bentukan kata maupun struktur kalimat. Sebagai
contoh Rumahnya paman saya sudah dijual. Pemakaian afiks –nya pada kalimat
tersebut terpengaruh oleh pemakaian afiks –e dalam bahasa Jawa, Omahe paklikku wis
didol. Kalimat yang benar ialah Rumah paman saya sudah dijual.
Masuknya kata-kata bahasa daerah ke dalam
bahasa indonesia mengakibatkan terjadinya interferensi, yang bersifat positif
maupun negatif. Contoh interferensi yang bersifat positif : bisa (dapat),
belasungkawa (berkabung), blak-blakan (terus terang), ketrampikan (kecekatan),
cicilan (angsuran), enteng (ringan), menggarap (mengerjakan) dan lain-lain Berikut
beberapa pengaruh atau dampak penggunaan bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia:
1. Dampak
positif bahasa daerah
· Bahasa
Indonesia memiliki banyak kosakata.
· Sebagai
kekayaan budaya bangsa Indonesia.
· Sebagai
identitas dan ciri khas dari suatu suku dan daerah.
· Menimbulkan
keakraban dalam berkomunikasi.
2. Dampak
Negatif
· Bahasa daerah yang satu sulit dipahami oleh daerah
lain.
· Warga negara asing yang ingin belajar bahasa
Indonesia menjadi kesulitan karena terlalu banyak kosakata.
· Masyarakat
menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa
daerah.
· Dapat
menimbulkan kesalahpahaman.
REFERENSI :
1. https://id.scribd.com/doc/208465011/Peran-Bahasa-Daerah-Terhadap-Perkembangan-
Bahasa-Indonesia
2. http://www.bimbingan.org/bahasa-daerah.htm