Assalamualaikum wr.w.b pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian Prinsip Usability .. apa sih Usability itu ...... ?
Usability adalah masalah
optimasi penggunaan sistem oleh pengguna, Sistem yang baik akan dipergunakan
secara maksimal oleh pengguna sehingga semua kemampuan sistem dapat
termanfaatkan. Usability berasal dari kata usable yang berarti dapat digunakan
dengan baik. Usability sendiri lebih tepat dikatagorikan sebagai paradigma dari
sebuah aplikasi (baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras) yang
menggambarkan tingkat kenyamanan pemakaiaan dari sisi pengguna.
Berikut adalah beberapa Prinsip Usability...
- Human Ability
adalah suatu kemampuan manusia untuk melakukan sesuatu yang dimilikinya. Memiliki 2 perbedaan yaitu:
HUMAN ABILITIES BAIK
– Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas
– Durasi LTM tidak terbatas dan komplex
– Kemampuan memahami tinggi
– Mekanisme konsentrasi powerful
– Pengenalan pola pikir powerful
HUMAN ABILITIES BURUK
– Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas
– Durasi STM terbatas
– Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM
– Proses yang cenderung salah
– Proses yang lambat
Pengertiannya
hampir sama dengan Human Ability tetapi Human Capabilities lebih
mengarah ke anggota Penginderaan / Panca indra (Mata, Telinga, Peraba)
pada manusia itu sendiri.
Mata adalah
mekanisme untuk menerima cahaya dan mentransformasikannya menjadi energi
listrik. Penglihatan manusia merupakan hal yang kompleks dengan batasan
fisik dan persepsi dan menjadi sumber utama informasi.
Telinga
adalah suatu panca indera yang digunakan untuk mendengar. Proses
mendengat diawali dengan adanya getaran di udara atau dikenal sebagai
gelombang suara. Telinga menerima gelombang ini dan mentransmisikannya
ke system syaraf auditory melalui berbagai tahap.
Peraba
(touch/haptic perception) memungkinkan kita memperoleh informasi
mengenai lingkungan sekitar kita. Dari perabaan, kita dapat mengetahui
apakah sesuatu itu panas atau dingin.
Sebagian besar aktivitas manusia bergantung pada memori. Selain menyimpan
pengetahuan faktual, memori manusia juga dapat menyimpan pengetahuan
procedural. Pengetahuan tersebut melakukan aktivitas secara berulang,
menggunakan bahasa, menggunakan informasi yang kita terima dari indera, serta
memberikan identitas pada manusia dengan menyimpan informasi mengenai pengalaman
masa lalu.
Terdapat tiga jenis memori atau fungsi memori :
Memori Sensor
Memori Jangka Pendek (STM)
Memori Jangka Panjang (LTM)
MEMORI SENSOR
Memori sensor bekerja sebagai buffer yang menampung masukan yang diterima
dari panca indera manusia.
MEMORI JANGKA PENDEK (STM)
Memori jangka pendek atau disebut sebagai memori kerja menyimpan informasi
yang dibutuhkan dalam waktu yang singkat pada saat kita sedang melakukan suatu
pekerjaan.
MEMORI JANGKA PANJANG (LTM)
Memori jangka panjang merupakan sumber daya penyimpanan utama yang
menyimpan berbagai macam informasi faktual, pengetahuan berdasarkan eksperimen,
aturan-aturan prosedur tingkah laku, dan sebagainya atau bisa dikatakan
menyimpan semua hal yang kita ketahui. Kapasitasnya lebih besar, waktu aksesnya
lebih lambat, serta proses hilangnya informasi tersebut lebih lambat.
Proses
adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Saat komputer
berjalan, terdapat banyak proses yang berjalan secara bersamaan. Sebuah
proses dibuat melalui system call create-process yang membentuk proses
turunan ( child process) yang dilakukan oleh proses induk ( parent
process).
Observations merupakan
pengamatan dimana orang lebih focus untuk menyelesaikan masalah, tidak
untuk belajar menggunakan suatu sistem secara efektif. Orang menggunakan
perbandingan jika tidak ada penyelesaian. Orang lebih kepada heuristic
dapada algorithmic.
Jika
penalaran merupakan mekanisme untuk menarik kesimpulan atau informasi
baru dari hal yang sudah diketahui, maka penyelesaian masalah merupakan
proses menemukan solusi suatu tugas dengan menggunakan pengetahuan yang
dimiliki. Penyelesaian masalah pada manusia dikarakteristikkan oleh
kemampuan mengadaptasikan informasi dengan situasi yang baru. Terdapat
beberapa pandangan mengenai cara manusia menyelesaikan masalah. Gestalt
memandang bahwa proses pemecahan masalah melibatka penggunaan
pengetahuan dan proses mantal (insight). Teori problem space melihat
bahwa pikiran manusia adalah proses informasi yang terbatas.
Nah tadi sedikit penjelasan dari saya tentang Prinsip Usability sekarang saya akan menjelaskan tentang Task Analysis . apa sih itu Task Analysis ... ?
Ditinjau
dari pembentuk katanya Task Analysis berasal dar kata Analisis yang
berarti proses pencarian jalan keluar (pemecahan masalah) yang berangkat
dari dugaan akan kebenarannya, sedangkan Task berarti pekerjaan atau
perintah atau melakukan sesuatu fungsi. Jadi, dapat disimpulkan Task
Analysis adalah proses pencarian jalan keluar terhadap sebuah pekerjaan
dan juga Proses menganalisis dan menggambarkan bagaimana manusia
melaksanakan tugas / pekerjaannya, apa saja yang dilakukan /peralatan
apa yang digunakan dan hal-hal apa saja yang perlu diketahui.
Dalam Task Analysis ada 4 tahap , yaitu :
Analisa tugas : Proses menganalisis dan menggambarkan bagaimana manusia
melaksanakan tugas / pekerjaannya, apa saja yang dilakukan / peralatan
apa yang digunakan dan hal-hal apa saja yang perlu diketahui. Tiga
pendekatan untuk melakukan analisis tugas ,yaitu :
- Dekomposisi tugas
- Teknik berbasis pengetahuan
- Analisis berbasis relasi entitas
Utility merupakan salah satu
dari tahapan task anlysis. Pada Utility berisi bahwa tugas ini akan diperlukan
atau akan bermanfaat untuk siapa. harus jelas bahwa tugas yang akan kita
analisis dapat bermanfaat untuk orang lain yang akan membaca tugas yang sudah
dianalisis. untuk mengetahui keutilityan dari sebuah tugas analisis kita harus
overview dari tugas yang akan kita analisis.
- Dekomposisi Tugas : memilah tugas ke sub-tugas beserta urutan pelaksanaannya
- Teknik bernasis pengetahuan : melihat apa yang harus diketahui oleh user
tentang objek dan aksi yang terlibat dalam tugas dan bagaimana pengetahuan itu
diorganisasikan
- Analisa berbasis Relasi-Entitas : pendekatan berbasis objek, dimana
penekanannya pada identifikasi aktor dan objek, relasi dan aksi yang dilakukan.
Analisa tugas dikhususkan untuk mengenali kepentingan user. Beberapa aspek
analisa tugas sangat mirip dengan model kognitif berorientasi-goal. Analisa
tugas cenderung lebih melihat pada apa yang harus dilakukan oleh user sedangkan
pada model kognitif lebih melihat pada proses kognitif internal seseorang dalam
melakukan pekerjaannya (internal mental state), maka granularitasnya biasanya
lebih kecil dibandingkan analisa tugas.
Sumber
informasi adalah data. Data merupakan bentuk yang masih mentah dan
perlu diolah lebih lanjut. Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka
yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai, tetapi dapat diolah
melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.
Data merupakan
bentuk yang masih mentah dan perlu diolah lebih lanjut. Data terdiri
dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi
pemakai, tetapi dapat diolah melalui suatu model untuk dihasilkan
informasi.
1. Kelompok dalam Informasi : Informasi Strategis, Informasi Taktis, Informasi Teknis.
2.
Informasi yang Berkualitas : Akurat, Tepat Waktu, Relevan. Fungsi
informasi bagi suatu organisasi yaitu memberikan kejelasan mengenai
sesuatu hal yang sudah, sedang dan yang akan dihadapi oleh organisasi.
SUMBER :
Agushinta R., Dewi dan Yuli Primashanti
Ida Ayu, 2007, Interaksi Manusia Dan Komputer : Teori Dasar, Universitas
Gunadarma, Jakarta.
http://okaampas.blogspot.com/2013/07/prinsip-usability-dalam-imk-dan.html
https://handinha.wordpress.com/2010/02/19/prinsip-usability-imk/