Tepat tanggal 23 September 167 tahun silam, sebuah planet raksasa, yang diameternya setara dengan 4 kali diameter planet Bumi ditemukan. Adalah seorang astronom Jerman, Johann Gottfried Galle, sewaktu mengamati benda-benda angkasa di Observatorium Berlin, tak menyangka akan menemukan sebuah planet yang belum pernah dikenal oleh manusia saat itu. Planet yang berwarna biru ini kemudian dinamai dengan “Neptunus”, sesuai dengan nama Dewa Samudera dalam mitologi Romawi.
Kisah penemuan Neptunus ini berawal dari dugaan Urbain-Jean-Joseph Le Verrier, seorang astronom Perancis, yang menemukan adanya gangguan gaya tarik (gravitasi) pada planet Uranus. Selanjutnya, Le Verrier mengungkapkan hal ini kepada Galle. Ditemani oleh asistennya yang bernama Heinrich Louis d’Arrest, Galle berhasil menemukan Neptunus. Walaupun yang menemukan Neptunus adalah Galle dan asistennya, namun yang paling berjasa adalah Le Verrier dan John Couch Adams (ahli Matematika berkebangsaan Inggris). Mereka berdua yang berusaha memprediksi keberadaan Neptunus dengan perhitungan matematika yang akurat.
Karakteristik Neptunus
Karena posisi Neptunus sangat jauh dari pusat tata surya (±4,5043 milyar kilometer dari Matahari) menyebabkan periode revolusinya mencapai 164,8 tahun Bumi lamanya. Keeksentrikan orbitnya adalah 0,009 yang berarti orbit Neptunus hampir-hampir berbentuk bundar. Kemiringan (inklinasi) terhadap orbitnya sedikit lebih miring daripada Bumi, yakni 29,6°. Kepadatan Neptunus sangat rendah, yakni sekitar 1,64 g/cm³ yang disebabkan hampir seluruh planet ini tersusun atas gas. Terakhir, massanya sekitar 17 kali massa Bumi.
Berbicara soal atmosfer, 98% permukaan Neptunus dikuasai oleh gas Helium dan Hidrogen. Sisanya ditempati oleh gas Metana. Suhu di Neptunus sangat bergantung pada tiap-tiap ketinggiannya. Suhu terendah yang pernah tercatat di permukaannya berkisar pada -223.15ºC atau 50 K. Setiap naik 2.000 kilometer, suhunya naik 476ºC. Kalau suhu di pusat Neptunus, kira-kira 6726ºC. Tebak, berapa suhu pusat Bumi! 

Satelit
Saat Voyager 2 melintasi Neptunus pada tahun 1989, diketahui Neptunus memiliki 2 satelit, Triton dan Nereid. Triton merupakan satelit terbesar yang berotasi terbalik akan rotasi Neptunus. Sedangkan Nereid, merupakan satelit yang terjauh dari planet (sekitar 5,5 juta kilometer dari pusat Neptunus). Baru-baru ini, NASA menyebutkan ada 14 satelit yang mengiringi Neptunus. Baca di sini.
No comments:
Post a Comment