Maslow’s
Hierarchy of needds
Konsep
hierarki kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow melakukan observasi terhadap
perilaku monyet.Berdasarkan pengamatannya, didapatkan kesimpulan bahwa beberapa
kebutuhan lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain. Contohnya
jika individu merasa haus, maka individu akan cenderung untuk mencoba memuaskan
dahaga. Individu dapat hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu. Tetapi
tanpa air, individu hanya dapat hidup selama beberapa hari saja karena kebutuhan
akan air lebih kuat daripada kebutuhan akan makan.
Kebutuhan-kebutuhan
ini sering disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan
sebagai sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan.
Terdapat lima tingkat kebutuhan dasar, yaitu : kebutuhan fisiologis, kebutuhan
akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan
penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri Maslow memberi hipotesis bahwa
setelah individu memuaskan kebutuhan pada tingkat paling bawah, individu akan
memuaskan kebutuhan pada tingkat yang berikutnya. Jika pada tingkat tertinggi
tetapi kebutuhan dasar tidak terpuaskan, maka individu dapat kembali pada
tingkat kebutuhan yang sebelumnya. Menurut Maslow, pemuasan berbagai kebutuhan tersebut
didorong oleh dua kekuatan yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation)
dan motivasi perkembangan (growth motivation). Motivasi kekurangan bertujuan
untuk mengatasi masalah ketegangan mansuia karena berbagai kekurangan yang ada.
Sedangkan motivasi pertumbuhan didasarkan atas kapasitas setiap manusia untuk
tumbuh dan berkembang.[4] Kapasitas tersebut merupakaan pembawaan dari setiap
manusia.
Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan
paling dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yaknik kebutuhan
untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Kebutuhan-kebutuhan itu seperti
kebutuhan akan makanan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur dan oksigen.
Kebutuhan-kebutuhan fisiologis adalah potensi paling dasar dan besar bagi semua
pemenuhan kebutuhan di atasnya. Manusia yang lapar akan selalu termotivasi
untuk makan, bukan untuk mencari teman atau dihargai. Manusia akan mengabaikan
atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan fisiologisnya itu
terpuaskan. Di masyarakat yang sudah mapan, kebutuhan untuk memuaskan rasa
lapar adalah sebuah gaya hidup. Mereka biasanya sudah memiliki cukup makanan,
tetapi ketika mereka berkata lapar maka yang sebenarnya mereka pikirkan adalah
citarasa makanan yang hendak dipilih, bukan rasa lapar yang dirasakannya.
Seseorang yang sungguh-sungguh lapar tidak akan terlalu peduli dengan rasa,
bau, temperatur ataupun tekstur makanan.
Kebutuhan
fisiologis berbeda dari kebutuhan-kebutuhan lain dalam dua hal. Pertama,
kebutuhan fisiologis adalah satu-satunya kebutuhan yang bisa terpuaskan
sepenuhnya atau minimal bisa diatasi. Manusia dapat merasakan cukup dalam
aktivitas makan sehingga pada titik ini, daya penggerak untuk makan akan
hilang. Bagi seseorang yang baru saja menyelesaikan sebuah santapan besar, dan
kemudian membayangkan sebuah makanan lagi sudah cukup untuk membuatnya mual.
Kedua, yang khas dalam kebutuhan fisiologis adalah hakikat pengulangannya.
Setelah manusia makan, mereka akhirnya akan menjadi lapar lagi dan akan terus
menerus mencari makanan dan air lagi. Sementara kebutuhan di tingkatan yang
lebih tinggi tidak terus menerus muncul. Sebagai contoh, seseorang yang minimal
terpenuhi sebagian kebutuhan mereka untuk dicintai dan dihargai akan tetap
merasa yakin bahwa mereka dapat mempertahankan pemeuhan terhadap kebutuhan
tersebut tanpa harus mencari-carinya lagi.
Kebutuhan Akan Rasa
Aman
Setelah
kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah apa yang
disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan
akan rasa aman ini diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas,
ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti
perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam.
Kebutuhan akan rasa aman berbeda dari kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini
tidak bisa terpenuhi secara total. Manusia tidak pernah dapat dilindungi
sepenuhnya dari ancaman-ancaman meteor, kebakaran, banjir atau perilaku
berbahaya orang lain.
Menurut
Maslow, orang-orang yang tidak aman akan bertingkah laku sama seperti anak-anak
yang tidak aman. Mereka akan bertingkah laku seakan-akan selalu dalam keadaan
terancam besar. Seseorang yang tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan
dan stabilitas secara berelebihan serta akan berusaha keras menghindari hal-hal
yang bersifat asing dan yang tidak diharapkannya.
Kebutuhan Akan Rasa
Memiliki Dan Kasih Sayang
Jika
kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka
muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan-kebutuhan
ini meliputi dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan
keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi
seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta. Seseorang yang kebutuhan
cintanya sudah relatif terpenuhi sejak kanak-kanak tidak akan merasa panik saat
menolak cinta. Ia akan memiliki keyakinan besar bahwa dirinya akan diterima
orang-orang yang memang penting bagi dirinya. Ketika ada orang lain menolak
dirinya, ia tidak akan merasa hancur. Bagi Maslow, cinta menyangkut suatu
hubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang, termasuk sikap saling
percaya. Sering kali cinta menjadi rusak jika salah satu pihak merasa takut
jika kelemahan-kelemahan serta kesalahan-kesalahannya. Maslow juga mengatakan
bahwa kebutuhan akan cinta meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima.
Kita harus memahami cinta, harus mampu mengajarkannya, menciptakannya dan
meramalkannya. Jika tidak, dunia akan hanyut ke dalam gelombang permusuhan dan
kebencian.
Kebutuhan Akan
Penghargaan
Setelah
kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, manusia akan bebas untuk mengejar
kebutuhan akan penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki
dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah
dan lebih tinggi. Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati
orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian,
reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi. Kebutuhan yang tinggi adalah
kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi,
penguasaan, kemandirian dan kebebasan. Sekali manusia dapat memenuhi kebutuhan
untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri,
kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow.
Kebutuhan Akan
Aktualisasi Diri
Tingkatan
terakhir dari kebutuhan dasar Maslow adalah aktualisasi diri. Kebutuhan
aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi
melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Maslow
melukiskan kebutuhan ini sebagai hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh
kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya. Awalnya Maslow
berasumsi bahwa kebutuhan untuk aktualisasi diri langsung muncul setelah
kebutuhan untuk dihargai terpenuhi. Akan tetapi selama tahun 1960-an, ia
menyadari bahwa banyak anak muda di Brandeis memiliki pemenuhan yang cukup
terhadap kebutuhan-kebutuhan lebih rendah seperti reputasi dan harga diri,
tetapi mereka belum juga bisa mencapai aktualisasi diri.
Temuan
Herzberg mengungkapkan bahwa karakteristik tertentu dari pekerjaan secara
konsisten berkaitan dengan kepuasan kerja, sedangkan faktor yang berbeda
terkait dengan ketidakpuasan kerja. Ini adalah:
Faktor Faktor Kepuasan
|
Faktor Faktor Ketidakpuasan
|
prestasi
pengakuan
Pekerjaan
itu sendiri
tanggung
jawab
kemajuan
pertumbuhan
|
kebijakan
perusahaan
pengawasan
Hubungan
dengan atasan dan rekan-rekan
kondisi
kerja
gaji
status
keamanan
|
Kesimpulan
ia menarik adalah bahwa kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja tidak
bertentangan.
Kebalikan
dari Kepuasan adalah tidak Kepuasan.
Kebalikan
dari Ketidakpuasan adalah tidak Ketidakpuasan.
Menanggulangi
penyebab ketidakpuasan tidak akan menciptakan kepuasan. Demikian juga dengan
menambahkan faktor-faktor kepuasan kerja menghilangkan ketidakpuasan kerja.
Jika Anda memiliki lingkungan kerja yang bermusuhan, memberi seseorang promosi
tidak akan membuat dia puas. Jika Anda menciptakan lingkungan kerja yang sehat
tetapi tidak memberikan anggota tim Anda dengan salah satu faktor kepuasan,
pekerjaan yang mereka lakukan akan tetap tidak memuaskan.
Menurut
Herzberg, faktor yang menyebabkan kepuasan kerja adalah "terpisah dan
berbeda dari orang-orang yang menyebabkan ketidakpuasan kerja." Oleh
karena itu, jika Anda mengatur tentang menghilangkan faktor pekerjaan tidak
memuaskan Anda dapat membuat perdamaian, tetapi belum tentu meningkatkan
kinerja. Ini placates tenaga kerja Anda bukan benar-benar memotivasi mereka
untuk meningkatkan kinerja.
Karakteristik
yang terkait dengan ketidakpuasan kerja disebut faktor higienis. Ketika ini
telah ditangani secara memadai, orang tidak akan puas dan tidak akan mereka
puas. Jika Anda ingin memotivasi tim Anda, maka Anda harus fokus pada
faktor-faktor kepuasan seperti prestasi, pengakuan, dan tanggung jawab.
Catatan:
Meskipun
penerimaan luas, teori Herzberg memiliki pengkritiknya. Ada yang bilang
metodologinya tidak membahas gagasan bahwa ketika hal-hal berjalan dengan baik
orang cenderung melihat hal-hal yang mereka nikmati tentang pekerjaan mereka.
Ketika segala sesuatu berjalan buruk, namun, mereka cenderung menyalahkan
faktor eksternal.
Kritik
lain yang umum adalah kenyataan bahwa teori berasumsi korelasi kuat antara
kepuasan kerja dan produktivitas. Metodologi Herzberg tidak membahas hubungan
ini, oleh karena itu asumsi ini harus benar untuk temuannya memiliki relevansi
praktis.
Untuk
menerapkan teori, Anda perlu untuk mengadopsi proses dua tahap untuk memotivasi
orang. Pertama, Anda perlu menghilangkan ketidakpuasan mereka alami dan, kedua,
Anda perlu membantu mereka menemukan kepuasan.
Langkah
Pertama: Menghilangkan Ketidakpuasan Kerja
Herzberg
disebut penyebab ketidakpuasan "faktor higienis". Untuk menyingkirkan
mereka, Anda perlu untuk:
·
Perbaiki kebijakan perusahaan yang buruk
dan obstruktif.
·
Memberikan pengawasan yang efektif,
mendukung dan non-intrusif.
·
Membuat dan mendukung budaya hormat dan
bermartabat bagi semua anggota tim.
·
Pastikan bahwa upah kompetitif.
·
Membangun status pekerjaan dengan
menyediakan pekerjaan yang berarti untuk semua posisi.
·
Memberikan keamanan kerja.
Semua
tindakan ini membantu Anda menghilangkan ketidakpuasan kerja dalam organisasi
Anda. Dan tidak ada gunanya mencoba untuk memotivasi orang sampai isu-isu ini
keluar dari jalan!
Anda
tidak bisa berhenti di sana, meskipun. Ingat, hanya karena seseorang tidak
puas, itu tidak berarti dia puas baik! Sekarang Anda harus mengalihkan
perhatian Anda untuk membangun kepuasan kerja.
Langkah
Kedua: Buat Kondisi Kepuasan Kerja
Untuk
menciptakan kepuasan, Herzberg mengatakan Anda perlu untuk mengatasi
faktor-faktor motivasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Dia menyebut ini
"pekerjaan pengayaan". Premis adalah bahwa setiap pekerjaan harus
diperiksa untuk menentukan bagaimana hal itu bisa dibuat lebih baik dan lebih
memuaskan untuk orang yang melakukan pekerjaan. Hal yang perlu dipertimbangkan
antara lain:
·
Memberikan kesempatan untuk berprestasi.
·
Menyadari kontribusi pekerja.
·
Menciptakan karya yang bermanfaat dan
yang sesuai dengan keterampilan dan kemampuan pekerja.
·
Memberikan banyak tanggung jawab untuk
masing-masing anggota tim mungkin.
·
Memberikan kesempatan untuk maju dalam
perusahaan melalui promosi internal.
·
Menawarkan pelatihan dan pengembangan
kesempatan, sehingga orang dapat mengejar posisi yang mereka inginkan dalam
perusahaan.
Tips
1:
Di
sini kita mendekati subyek motivasi dalam cara yang sangat umum. Pada
kenyataannya, Anda harus "stroke berbeda untuk orang yang berbeda" -
dengan kata lain, orang yang berbeda akan melihat isu-isu yang berbeda, dan
akan termotivasi oleh hal yang berbeda. Pastikan Anda berbicara dengan
orang-orang Anda secara teratur atas dasar satu-ke-satu untuk mencari tahu apa
yang penting bagi mereka.
Tips
2:
Teori
ini sebagian besar bertanggung jawab untuk praktek memungkinkan orang tanggung
jawab lebih besar untuk perencanaan dan pengendalian pekerjaan mereka, sebagai
cara untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan. Untuk mempelajari lebih lanjut
tentang ini, lihat artikel Pikiran Tools pada pengayaan pekerjaan.
kunci
Hubungan
antara motivasi dan kepuasan kerja tidak terlalu rumit. Masalahnya adalah bahwa
banyak pengusaha melihat faktor higienis sebagai cara untuk memotivasi padahal
sebenarnya, di luar jangka sangat pendek, mereka melakukan sangat sedikit untuk
memotivasi.
Mungkin
manajer ingin menggunakan pendekatan ini karena mereka berpikir orang lebih
termotivasi finansial dari, mungkin, mereka, atau mungkin itu hanya membutuhkan
upaya manajemen kurang untuk menaikkan upah daripada yang dilakukannya untuk
mengevaluasi kembali kebijakan perusahaan, dan pekerjaan desain ulang untuk
kepuasan maksimal.
Bila
Anda sedang mencari untuk memotivasi orang, pertama menyingkirkan hal-hal yang
mengganggu mereka tentang perusahaan dan tempat kerja. Pastikan mereka
diperlakukan dengan adil, dan dengan hormat.
Setelah
Anda melakukan ini, mencari cara di mana Anda dapat membantu orang tumbuh dalam
pekerjaan mereka, memberi mereka kesempatan untuk berprestasi, dan memuji prestasi
mana pun Anda menemukannya.
Mcclelland
Acquired Needs Theory
David McClelland mengusulkan bahwa
kebutuhan khusus individu diperoleh dari waktu ke waktu dan dibentuk oleh
pengalaman hidup seseorang. Sebagian besar kebutuhan ini dapat digolongkan sebagai
baik prestasi, afiliasi, atau kekuasaan. Motivasi seseorang dan efektivitas
dalam fungsi pekerjaan tertentu dipengaruhi oleh tiga kebutuhan. Teori
McClelland kadang-kadang disebut sebagai teori membutuhkan tiga atau sebagai
teori kebutuhan yang dipelajari.
Achievement Prestasi
Orang dengan kebutuhan tinggi untuk
berprestasi (nach) berusaha untuk unggul dan dengan demikian cenderung
menghindari situasi baik berisiko rendah dan berisiko tinggi. Berprestasi
menghindari situasi berisiko rendah karena keberhasilan mudah dicapai bukanlah
pencapaian yang asli. Dalam proyek-proyek berisiko tinggi, berprestasi melihat
hasilnya sebagai salah satu kebetulan daripada upaya sendiri. Nach individu
tinggi lebih memilih pekerjaan yang memiliki probabilitas keberhasilan sedang,
idealnya peluang 50%. Berprestasi membutuhkan umpan balik secara teratur untuk
memantau kemajuan prestasi mereka. Mereka lebih baik bekerja sendiri atau
dengan berprestasi tinggi lainnya.
Affiliation Afiliasi
Mereka dengan kebutuhan tinggi untuk
afiliasi (naff) membutuhkan hubungan yang harmonis dengan orang lain dan perlu
untuk merasa diterima oleh orang lain. Mereka cenderung untuk menyesuaikan diri
dengan norma-norma kelompok kerja mereka. Tinggi naff individu lebih memilih
pekerjaan yang memberikan interaksi pribadi yang signifikan.Mereka melakukan
dengan baik dalam pelayanan pelanggan dan situasi interaksi klien.
Power Kekuasaan
Perlu seseorang untuk daya (nPow)
dapat menjadi salah satu dari dua jenis - pribadi dan kelembagaan. Mereka yang
membutuhkan kekuatan pribadi ingin mengarahkan orang lain, dan kebutuhan ini
sering dianggap sebagai tidak diinginkan.Orang yang membutuhkan daya
institusional (juga dikenal sebagai kekuatan sosial) ingin mengatur usaha orang
lain untuk memajukan tujuan organisasi. Manajer dengan kebutuhan tinggi untuk
daya kelembagaan cenderung lebih efektif dibandingkan dengan kebutuhan tinggi
untuk kekuatan pribadi.
Thematic Apperception Test Tematik Uji
Apperception
McClelland digunakan Test Thematic
Apperception (TAT) sebagai alat untuk mengukur kebutuhan individual orang yang
berbeda. TAT adalah tes imajinasi yang menyajikan subjek dengan serangkaian
gambar ambigu, dan subjek diminta untuk mengembangkan cerita spontan untuk
setiap gambar.Asumsinya adalah bahwa subjek akan memproyeksikan kebutuhan
sendiri ke dalam cerita.
Psikolog telah mengembangkan teknik
scoring cukup handal untuk Test Thematic Apperception. Tes ini menentukan skor
individu untuk setiap kebutuhan prestasi, afiliasi, dan kekuasaan. Skor ini
dapat digunakan untuk menunjukkan jenis pekerjaan untuk mana orang tersebut
mungkin cocok.
Implications for Management Implikasi
bagi Manajemen
Orang dengan kebutuhan yang berbeda
termotivasi berbeda.
•
Kebutuhan
tinggi untuk berprestasi - berprestasi tinggi harus diberikan dengan tujuan
proyek yang menantang terjangkau. Mereka harus memberikan umpan balik
sering.Sementara uang bukanlah suatu motivator yang penting, adalah bentuk
umpan balik yang efektif.
•
Kebutuhan
afiliasi yang tinggi - Karyawan dengan afiliasi tinggi perlu melakukan yang
terbaik dalam lingkungan koperasi.
•
Tinggi
perlu untuk kekuasaan - Manajemen harus menyediakan pencari kekuasaan
kesempatan untuk mengelola orang lain.
Mc gregor's theory x
dan y
Teori X dan Teori Y ialah teori motivasi manusia yang
dicipta dan dibangunkan oleh Douglas McGregor di Sekolah Pengurusan MIT Sloan
pada 1960-an, yang telah digunakan bagi pengurusan sumber manusia, tingkah laku
organisasi, komunikasi organisasi dan pembangunan organisasi. Ia menggambarkan
dua model bertentangan mengenai motivasi tenaga kerja. Teori ini mengemukakan
strategi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep pengurusan
berpenyertaan. Teori X
dan Teori Y ialah teori motivasi manusia yang dicipta dan dibangunkan oleh
Douglas McGregor di Sekolah Pengurusan MIT Sloan pada 1960-an, yang telah
digunakan bagi pengurusan sumber manusia, tingkah laku organisasi, komunikasi
organisasi dan pembangunan organisasi. Ia menggambarkan dua model bertentangan
mengenai motivasi tenaga kerja. Teori ini mengemukakan strategi kepemimpinan
efektif dengan menggunakan konsep pengurusan berpenyertaan.
Konsep ini terkenal dengan menggunakan anggapan-anggapan
sifat dasar manusia. Pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya
kepemimpinan melalui kuasa dan sebaliknya, seorang pemimpin yang menyukai teori
Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. Sebagai contoh, karyawan yang
memiliki jenis teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja
tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki jenis teori Y akan bekerja
dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya. Jenis Y ini
adalah jenis yang sudah menyedari tugas dan tanggungjawab pekerjaannya.
Teori X dan Teori Y mempunyai kaitan dengan persepsi
pengurus ke atas pekerja mereka, bukan mengenai cara mereka biasanya bertindak.
Ia adalah sikap dan bukannya ciri-ciri .
Teori perilaku ialah teori yang menjelaskan bahawa suatu
perilaku tertentu dapat membezakan pemimpin dan bukan pemimpin pada setiap
manusia. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para pengurus / pemimpin
organisasi syarikat memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai /
karyawan iaitu teori x atau teori y.
TEORY X
Teori ini menyatakan bahawa pada dasarnya manusia adalah
makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan
dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki cita-cita yang
kecil untuk mencapai tujuan syarikat namun menginginkan balas jasa serta
jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi,
diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan
syarikat.
TEORY Y
Teori ini memiliki anggapan bahawa
kerja adalah kudrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari. Pekerja tidak
perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat kerana mereka memiliki
pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan syarikat.
Pekerja memiliki kemampuan kreatif, imaginasi, kepandaian serta memahami
tanggungjawab dan prestasi atas pencapaian tujuan bekerja. Pekerja juga tidak
harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
Thamhain and Wilemon’s Ways to Have
Influence on Projects
1.
Authority : Hak hirarki sah untuk masalah perintah.
2.
Tugas : Kemampuan manajer proyek dianggap untuk mempengaruhi tugas seorang
pekerja.
3.
Anggaran : Kemampuan manajer proyek untuk otorisasi penggunaan lain dana
discretionary.
4.
Promosi : Kemampuan untuk meningkatkan posisi pekerja.
5.
Uang : Kemampuan untuk kenaikan gaji pekerja dan keuntungan.
6.
Hukuman : Kemampuan manajer proyek menyebabkan hukuman.
7.
Tantangan Kerja : Kemampuan untuk menetapkan pekerjaan yang
mengkapitalisasi pada kenikmatan seorang pekerja melakukan tugas tertentu.
8.
Keahlian : Manajer proyek menganggap pengetahuan khusus orang lain dianggap
penting
9.
Persahabatan : Kemampuan untuk membangun hubungan pribadi yang ramah antara
manajer proyek.
Cara Mempengaruhi yang dapat Membantu
dan Memperburuk Proyek
Proyek lebih mungkin
untuk berhasil ketika manajer proyek mempengaruhi orang menggunakan:
–
Keahlian
–
Tantangan Pekerjaan
Proyek lebih mungkin
untuk gagal ketika manajer proyek terlalu bergantung pada:
–
Kewenangan
–
Uang
–
Hukuman
Power
· Power adalah
kemampuan potensial untuk mempengaruhi perilaku untuk mendapatkan orang untuk
melakukan hal-hal yang tidak biasa.
· Jenis
power meliputi:
o Coercive power
o Legitimate power
o Expert power
o Reward power
o Referent power
Improving Effectiveness - Covey’s 7 Habits
7 kebiasaan Covey's untuk meningkatkan
efektifitas proyek :
o Jadilah proaktif
o Mulailah dengan akhir
dalam pikiran
o Masukan hal pertama
yang pertama
o Pikirkan menang /
menang
o Carilah pertama untuk
memahami, maka harus dipahami
o bersinergi
o Mengasah melihat
Memperbaiki hubungan antara Users dan Developers
·
Manajer proyek yang baik adalah pendengar empatik, yang berarti
mereka mendengarkan dengan maksud untuk memahami.
·
Sebelum Anda dapat berkomunikasi dengan orang lain, Anda harus
memiliki hubungan baik, yang merupakan hubungan harmonis,
kesesuaian, kesepakatan, atau afinitas.
·
Mirroring adalah pencocokan perilaku tertentu dari
orang lain, dan merupakan teknik yang digunakan untuk membantu menjalin
hubungan.
·
IT profesional perlu mengembangkan empati dan mendengarkan orang lain
keterampilan untuk meningkatkan hubungan dengan pengguna dan stakeholder
lainnya.
Organizational Planning, Work Definition
and Assignment Planning
Melibatkan
identifikasi dan dokumentasi peran proyek,tanggung jawab,dan pelaporan hubungan.
Output meliputi : -Bagan organisasi proyek
•
Rencana manajemen staffing
•
Matriks tugas tanggung jawab
•
Resource histogram
Work definition and assigment process
Staff
Acquiring, Resource Loading, Resource Leveling and Developing The Project Team
Staff Acquisition
o Mendapatkan orang yang
memenuhi syarat untuk tim sangat penting.
o Manajer proyek adalah
orang cerdas di tim yang telah melakukan pekerjaan yang buruk merekrut.
o Rencana staffing dan
prosedur perekrutan yang baik adalah penting, seperti insentif untuk merekrut
dan retensi.
·
Beberapa perusahaan memberikan karyawan mereka satu dolar untuk setiap jam
yang orang baru yang mereka membantu mempekerjakan bekerja.
·
Beberapa organisasi memungkinkan orang untuk bekerja dari rumah sebagai
insentif.
Resource Loading
•
Sumber daya pemuatan mengacu pada jumlah
sumber daya individu jadwal yang ada membutuhkan selama periode waktu tertentu
•
Membantu manajer proyek mengembangkan
pemahaman umum tentang tuntutan proyek akan membuat sumber daya organisasi dan
jadwal orang individu
•
Overalokasi berarti bahwa sumber daya
lebih dari yang tersedia ditugaskan untuk melakukan pekerjaan pada waktu
tertentu
Resource
Leveling
•
Resource
leveling is a technique for resolving resource conflicts by delaying tasks
•
The
main purpose of resource leveling is to create a smoother distribution of
resource usage and reduce overallocation
Developing
the Project Team
•
Tujuan utama dari pengembangan tim
adalah untuk membantu orang bekerja bersama lebih efektif untuk meningkatkan kinerja
proyek
•
Dibutuhkan kerja sama tim untuk berhasil
menyelesaikan sebagian besar proyek
Meyers-Briggs
Type Indicator (MBTI)
Myers-Briggs
Type Indicator (MBTI) adalah tes kepribadian menggunakan empat karakteristik
dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian.
Berdasarkan jawaban yang diberikan dalam tes tersebut, individu
diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver, [sensitif]
atau intuitif, pemikir atau perasa, dan memahami atau menilai. Instrumen ini
adalah instrumen penilai kepribadian yang paling sering digunakan. MBTI telah
dipraktikkan secara luas di perusahaan-perusahaan global seperti Apple
Computers, AT&T, Citgroup, GE, 3M Co., dan berbagai rumah sakit, institusi
pendidikan, dan angkatan bersenjata AS. MBTI bersandar pada empat dimensi utama
yang saling berlawanan (dikotomis). Walaupun berlawanan sebetulnya kita
memiliki semuanya, hanya saja kita lebih cenderung / nyaman pada salah satu
arah tertentu. Masing-masing ada sisi positifnya tapi ada pula sisi negatifnya.
Nah, seperti itu pula dalam skala kecenderungan MBTI. Berikut empat skala
kecenderungan MBTI:
1. Extrovert
(E) vs. Introvert (I).
2. Sensing
(S) vs. Intuition (N).
3. Thinking
(T) vs. Feeling (F).
4. Judging
(J) vs. Perceiving (P).
Daftra Pustaka